Rabu, 07 September 2016

Juli, ingin mengabdi hingga pensiun, Saiman, sesuai dengan timpat tinggal meningkatkan kemaksimalan kinerja

Foto : kepsek sdn 02 batam kota saiman, dan juli astuti guru kelas 2-6 sdn 02 batam kota

BATAM (SP) - Juli Astuti, SPd, guru kelahiran 5 juli 1964 ini sudah 14 tahun mengabdi di SDN 02 Batam Kota. Keinginan terbesarnya adalah agar ia tetap mengajar di sekolah tersebut hingga akhir masa jabatannya.

" Saya menjadi PNS tanggal 1 agustus 1989, lulus SPG tahun 1985 di rengat indragiri hulu, saya mulai mengabdi di SDN 02 batam kota 13 mei 2002, sebelumnya sambil menunggu SK PNS saya turun waktu itu, saya mengajar di SDN 022 (dulu posisi sekolah di SDN 01 Batam Kota kini, dan masih menumpang dalam satu sekolah bernama SDN 06 sei panas, red) sebagai honor komite, lalu setelah SK saya turun saya menjadi guru tetap di sekolah tersebut namun sekolah sudah pindah lokasi di kampung boyan (sekarang SDN 04 Bengkong, red). Gaji saya waktu masih honorer Rp. 30 ribu / bulan dan tinggal saya di sekupang,"kisah Juli kepada haluankepri selasa (6/9).

Tahun 2002 Juli di tarik mengajar di SDN 02 batam kota. "Waktu itu otomatis saya sudah PNS, gaji saya sebesar Rp. 44 ribu/bulan, tinggal saya sekarang di Bengkong Indah I. Dengan gaji sekian sangat kecil sehingga untuk menyambung hidup saya usaha sampingan dagang kue di sekolah-sekolah, hingga sekarang saya sudah mengajar dari mulai kelas 2 hingga 6 bergantian sebagai guru kelas,"lanjut Juli. Dan menurutnya program rolling guru sangat bagus asalkan  sesuai dengan tempat tinggal. "Saya betah di SDN 02 Batam kota ini, saya berharapnya tetap mengajar disini sampai pensiun,"ujarnya.

Kepsek SDN 02 Batam kota Saiman menambahi pengalamannya sebagai guru hingga menjadi kepsek pun sudah mengalami asam garam. " saya PNS tahun 1989, tugas pertama saya di SDN 09 lokal jauh di pulau panjang belakang padang, mengajar merangkap kelas 1-6 hingga tahun 1992, lalu ditarik ke SDN 09 induk di pulau kasu hingga tahun 1997, selama di induk saya ditambahi tugas sebagai guru kunjung di pulau gara suku laut, berdua dengan pak kurniadi selama 4 tahun, lalu dimutasi ke SDN 06 pulau kasu, lokal jauhnya di pulau bertam suku laut dari 1997 - 1999, lalu mutasi ke SDN 01 batu aji tahun 1999-2003, dimutasikan lagi ke SDN 03 batu aji hingga 2010. Kemudian dimutasikan ke SDN 06 sei beduk sebagai kepsek hingga 2012, kemudian menjadi kepsek SDN 03 sei beduk, baru 2013 saya dimutasi lagi ke SDN 02 Batam kota ini. Rumah saya di batu aji, harapan saya bagi seluruh kepsek yang dimutasi sebaiknya ditugaskan sesuai dengan tempat tinggal agar dalam menjalankan tugas bisa maksimal,"ujarnya.(dian)


Minggu, 04 September 2016




JUKNIS PENDATAAN DAPODIKDAS 2013


A.      Tujuan

\
Tujuan pendataan tingkat sekolah adalah untuk memperoleh data secara langsung yang cepat, akurat, valid, lengkap, dapat dipertanggungjawabkan dan termutakhir. Data dari sekolah akan digunakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk perencanaan dan evaluasi program pendidikan.

B.      Kegunaan

Data yang diperoleh dari sekolah akan digunakan untuk dasar perencanaan, evaluasi dan kebijakan nasional serta dasar bagi pemerintah pusat dan daerah untuk pemberian bantuan kepada sekolah yang antara lain mencakup program:
1.       Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari sumber APBN
2.       Bantuan Operasional Sekolah dari sumber APBD (BOSDA/BOSP)
3.       Rehabilitasi ruang belajar (ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dls)
4.       Dana Alokasi Khusus (DAK)
5.       Ruang Kelas Baru
6.       Subsidi bagi siswa kurang mampu secara ekonomi
7.       Bantuan Buku Sumber/Penunjang
8.       Subsidi/tunjangan bagi guru (Tunjangan Profesi/Tunjangan Fungsional/Tunj.Khusus)
9.       Dan lain sebagainya


C.      Jenis Data

Ada 3 (tiga) kelompok utama jenis data yang dikumpulkan dari sekolah, yaitu:
1.       Data Sekolah (F-SEK)
2.       Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (F-PTK)
3.       Data Peserta Didik (F-PD)
Instrumen dari setiap kelompok data tersebut telah menjadi lampiran dari Peraturan Penteri Pendidikan dan Kebudayaan No 51 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS Tahun 2013. Didalam Juknis BOS 2013, ketiga instrumen tersebut diberi kode BOS-01A, BOS-01B dan BOS-01C. Untuk


penggandaan instrumen pendataan, setiap sekolah diharuskan menggunakan diharuskan instrumen yang ada dalam DVD yang akan dikirim oleh Ditjen Dikdas ke sekolah atau mengunduh           (download)     file          terkini   dari                                        dari                               situs: www.infopendataan.dikdas.kemdikbud.go.id. Perlu kami informasikan bahwa terdapat sedikit penyempurnaan instrumen yang ada di DVD/situs tersebut dibandingkan dengan yang tercantum dalam lampiran Juknis BOS.

D.      Konsekuensi Bagi Sekolah

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, kelengkapan data yang akan dikiirm oleh sekolah akan menjadi dasar pemberian jenis dan besar bantuan dari pemerintah dan pemerintah daerah kepada masing-masing sekolah. Oleh karena itu, sekolah yang tidak memberikan data tidak akan dapat dialokasikan segala jenis bantuan kepada sekolah yang bersangkutan. Demikian juga, data yang tidak akurat, akan mengakibatkan  ketidaktepatan jenis dan besar bantuan yang diberikan. Sekolah diharuskan memberikan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, karena data tersebut akan dijadikan dasar untuk evaluasi dan audit kepada sekolah.

E.       Persiapan Pendataan

Berikut adalah beberapa langkah yang akan dilakukan dalam rangka mempersiapkan proses pendataan:
1.       Ditjen Didkdas mengirim surat yang berisikan Petunjuk Teknis Pendataan, DVD dan nomor register kepada seluruh sekolah. Nomor register ini bersifat unik untuk setiap sekolah (berbeda antar sekolah). Oleh karena itu, nomor register ini agar digunakan hanya oleh petugas pendataan di sekolah masing-masing dan disimpan.
2.       Setelah sekolah menerima surat tersebut, sekolah diharapkan menginstall software tersebut di komputer sekolah dan belajar secara mandiri (atau meminta bantuan kepada pihak lain).
3.       Ditjen Dikdas akan melatih Tim Data Kabupaten/Kota untuk dapat menguasai penggunaan software sistem pendataan dengan tujuan agar dapat menjadi


narasumber di kabupaten/kota masing-masing apabila ada pertanyaan/kesulitan dari sekolah. Direkomendasikan agar Pemda Kabupaten/Kota melatih sekolah dengan dana dari sumber APBD. Akan tetapi, apabila tidak dapat dilakukan pelatihan akibat tidak adanya dana di kabupaten/kota, proses pendataan dari sekolah tetap berjalan, tidak harus menunggu adanya pelatihan dari kabupaten/kota.
4.       Pemda Kabupaten/Kota dilarang melaksanakan pelatihan kepada sekolah dengan biaya yang dibebankan kepada sekolah (misalnya dari dana BOS).
5.       Ditjen Dikdas akan membuka akses pendampingan kepada Dinas Kabupaten/Kota, selanjutnya Dinas Kabupaten/Kota melakukan pendampingan kepada sekolah apabila mengalami kesulitan.

F.       Mekanisme Pengisian Data kedalam Sofware Pendataan

Langkah-langkah mekanisme pengisian data sekolah, adalah sebagai berikut:
1.       Sekolah menggandakan/mengcopy formulir sesuai dengan kebutuhan. Misalnya untuk formulir F-PD digandakan sebanyak jumlah siswa, demikian juga F-PTK.
2.       Sekolah membagi formulir kepada individu yang bersangkutan untuk diisi secara manual selanjutnya dikumpulkan oleh sekolah.
3.       Sekolah memasukkan data kedalam sistem database (Applikasi Dapodikdas 2013) yang telah disiapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemdikbud.
4.       Pengisian data dilakukan di sekolah (di komputer milik sekolah) oleh petugas yang ditunjuk oleh kepala sekolah.
5.       Apabila dalam keadaan tertentu, pengisian data tidak dapat dilakukan oleh sekolah karena tidak ada komputer/listrik atau tidak ada tenaga yang mampu, sekolah dapat melakukan ditempat lain dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan keamanan kerahasiaan data. Jika memungkinkan, disarankan dilakukan di sekolah lain terdekat yang memiliki fasilitas komputer dan tenaga yang terampil atau di Kantor Dinas Pendidikan Kecamatan/Kabupaten.
6.       Sekolah harus benar-benar menjaga kerahasiaan data.


7.       Formulir yang telah diisi secara manual oleh siswa/guru/sekolah harus disimpan di sekolah masing-masing untuk keperluan monitoring dan audit.
8.       Setelah data selesai dimasukkan oleh sekolah kedalam sistem database, sekolah mengirim data tersebut secara on-line ke server di pusat dengan cara sesuai petunjuk yang ada dalam DVD.
9.       Setelah data terkirim ke server secara on-line sekolah melakukan verifikasi data ke kab/kota dengan membawa bukti fisik berupa: daftar absensi siswa (softcopy data hasil entry, absensi kelas, dan dokumen PTK (Ijasah, KTP, NUPTK dan SK Pengangkatan).

G.     Pembiayaan

Pada prinsipnya, proses pendataan sekolah adalah tanggung-jawab sekolah masing- masing. Data yang dikirim oleh sekolah adalah untuk kepentingan sekolah. Sekolah yang telah memiliki fasilitas komputer dan perlengkapan lainnya (modem/internet dls), pendataan harus menggunakan fasilitas yang ada. Dalam hal biaya yang diperlukan untuk proses pendataan pada prinsipnya dapat mencakup komponen sebagai berikut:
1.       Biaya penggandaan formulir
2.       Biaya penyewaan komputer/internet
3.       Biaya jasa pemasukan data
Komponen pembiayaan tersebut dapat diambil dari dana BOS, dengan ketentuan sebagai berikut:
1.       Sekolah yang telah memiliki komputer dan telah berlangganan internet secara reguler di sekolah, tidak diperkenankan ada pengeluaran khusus penyewaan komputer/internet untuk proses pendataan. Biaya untuk penyewaan komputer/internet hanya diperkenankan bagi sekolah yang tidak memiliki fasilitas tersebut.
2.       Sekolah yang telah memiliki tenaga operator komputer yang secara rutin memiliki tugas pendataan, sekolah diharapkan memanfaatkan tenaga tersebut untuk pemasukan data sebagai tugas rutinnya (dengan honorarium khusus operator sekolah).


3.      Besar biaya untuk penggandaan, penyewaan komputer/internet dan jasa pemasukan data harus mengikuti batas kewajaran setempat. Batas kewajaran ini harus dibuktikan dengan bukti pengeluaran yang sah, disimpan oleh sekolah untuk keperluan audit.

Bentuk dan format perhitungan komponen pembiayaan dapat mengikuti contoh format sebagai berikut (sebagai contoh perhitungan biaya pendataan, dengan jumlah siswa sebanyak 400 siswa, PTK sebanyak 40 orang, biaya untuk pengandaan Rp. 200/lembar dan biaya entri Rp.2,000/halaman):
Dan untuk Pembiayaan Entry di Aplikasi Pendatan Dapodikdas 2013 untuk Operator Sekolah sebagai berikut rinciannya:

1.   Peserta Didik                          Rp. 2.000,-/Siswa

2.   PTK                                         Rp. 20.000,-/PTK
3.   Sekolah                                   Rp. 10.000,-/Data




Serta biaya updating Data Dapodikdas 2013 tiap bulan untuk operator sekolah (dibebankan dan disesuaikan dengan keadaan anggaran sekolah).

Kekurangan guru agama kristen, Setya mengajar di 3 sekolah


Foto : setya murni (kiri) dan kepsek sdn 010 bengkong Hj. Rusmanila SPd
BENGKONG (SP) - Menjadi tenaga pengajar yang harus merangkap mengajar di beberapa sekolah karena kekurangan tenaga guru tidaklah hal mudah. Dan itu yang musti dijalani oleh Setya Murni Ginting, MPdk, guru agama kristen lulusan medan kelahiran 4 maret 1970. Dikisahkannya pada suarapendidikan sabtu (3/9) tahun 1999 ia mulai mengajar di SMA dan SMIP kartini hingga tahun 2001 mengajar agama kristen. "Saya PNS tahun 2000, saat masih mengajar di Kartini, saya juga sudah ditarik ke SDN 010 bengkong, waktu itu disini masih 3 kelas, dan sekolah masih sebagian rawa-rawa, tahun ini 2016 saya mengajar agama kristen kelas 1,2, dan 3, di SDN 01 bengkong saya mengajar juga agama kristen selama 3 tahun dari tahun 2012-2015, mereka tak ada guru agama kristen dan dari pihak sekolah meminta kemenag untuk menarik saya mengajar disana,"kisah Setya.

Tahun 2002, setya lulus dari kemenag sebagai pengawas sekolah di pekanbaru. "tapi saya lebih suka mengajar ketimbang jadi pengawas sekolah. Saya juga mengajar sekolah minggu di gereja GBKP batam centre selama 35 tahun, jiwa saya adalah bersama siswa, itulah yang membuat saya lebih memilih mengajar sampai sekarang,"ungkap Setya.

Setya mengatakan ia tinggal di bengkong harapan II. Dan menurutnya rolling guru memang perlu untuk penyegaran suasana. "Saya sudah 16 tahun di SDN 010 Bengkong, dan bila di rolling saya siap, asalkan jangan jauh dari tempat tinggal,  kasihan anak-anak saya bila saya dipindah terlalu jauh, kalau sekitar bengkong saya siap, saya betah di SDN 010 bengkong ini, semua guru kompak dan selalu bekerjasama, harapan saya bila dirolling, suasana sekolah baru bisa sekompak seperti yang sekarang,"harapnya.

Kepsek SDN 010 Bengkong Hj. Rusmanila SPd berharap gurunya tak ada yang di rolling. "Saya malah sangat butuh tambahan guru, disini ada 15 rombel, guru kelas cuma 14 orang, yang saya paralel 2 orang untuk mengajar kelas 4 dan 6 sudah 3 bulan ini, saya minta guru 3 orang lagi untuk guru kelas, jumlah siswa kelas 1 hingga 6 sebanyak 643 siswa, jadinya 3 orang guru bidang studi merangkap menjadi guru kelas. Makanya saya minta jangan sampai guru saya di rolling justru saya minta ditambah guru, karena ada guru yang harus menggantikan guru cuti melahirkan sehingga guru tersebut mengajar dari pagi hingga sore,kasihan,"pungkasnya.(dian)

Jumat, 02 September 2016

Percepatan Penyaluran KIP dan Penerimaan Dana PIP Tahun Pelajaran 2016/2017

KIP

Yang Terhormat :
  1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
  2. Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
  3. Kepala Sekolah SD, SMP, SLB, SMA dan SMK
  4. Operator Dapodik
di seluruh Indonesia
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Memperhatikan hasil evaluasi terhadap data yang telah masuk dari hasil pendataan dan validasi data KIP melalui aplikasi Dapodik sampai dengan tanggal 31 Agustus 2016 baru mencapai 40% dan dengan mempertimbangkan dinamika distribusi KIP di daerah-daerah dimana dari hasil pemantauan menemukan sejumlah KIP masih tertahan di kantor desa/kelurahan dan belum disalurkan kepada anak usia sekolah di wilayahnya maka Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah perlu melakukan upaya untuk melakukan percepatan pendataan KIP dan mendorong percepatan penyaluran dan penerimaan dana PIP.
Berkenaan dengan hal tersebut maka menyusuli surat edaran Dirjen Dikdasmen sebelumnya Nomor: 17/D/SE/2016 Tentang Pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada Aplikasi  Dapodik tanggal 4 Agustus 2016, telah dikeluarkan surat edaran Dirjen Dikdasmen Nomor: 19/D/SE/2016 Tentang Percepatan Penyaluran KIP dan Penerimaan Dana PIP  Tahun Pelajaran 2016/2017. Isi surat edaran sebagai berikut:
  1. Memfasilitasi percepatan penyaluran KIP yang masih tertahan di kantor desa/kelurahan kepada anak usia sekolah yang berhak menerima di wilayah tersebut, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait;
  2. Mendorong sekolah untuk mengidentifikasi siswa yang menerima KIP dan segera mendaftarkan ke aplikasi Dapodik agar dana PIP Tahun 2016 dapat segera kami salurkan, Pendaftaran KIP dalam aplikasi Dapodik dapat dilakukan sampai dengan akhir Desember 2016, namun untuk keperluan pencairan dana PIPTahun 2016, pendaftaran KIP harus dapat diselesaikan paling lambat sampai tanggal 30 September 2016;
  3. Memfasilitasi sekolah dengan pihak bank penyalur, yaitu: BRI untuk SD, SMP, SMK, dan BNI untuk SMA, agar para siswa yang sudah ditetapkan sebagai penerima dana PIP tahun 2016 oleh Kemdikbud dapat segera mencairkan dana PIP di bank yang sudah ditetapkan;
Demikian informasi yang kami sampaikan untuk diperhatikan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Satu Data,
Admin Dapodikdasmen

Sri: menunggu pensiun, Zakaria: bila di rolling siap asal tak jauh dari tempat tinggal


BENGKONG (SP) - Sri yuliarti, SPd, kelahiran 12 juli 1957, yang setahun ke depan sudah akan mengakhiri masa baktinya sebagai guru, sudah mengabdi di SDN 011 bengkong sejak juli 2005.

Ditemui suarapendidikan jumat (2/9) di ruang majelis guru, ia mengaku sudah tak pusing lagi soal rolling guru, karena hanya tinggal menunggu waktu setahun lagi untuk pensiun. " saya sudah mengabdi sejak 1988, di pulau cengkui, keluaran pecung belakang padang, selama 2 tahun, waktu itu tinggal saya di jodoh bukit senyum, saya mengajar kelas 1 yang jumlah muridnya hanya 15 siswa,  lalu saya ditarik ke SDN 022 sei panas (sekarang SDN 04 bengkong,red), pindah ke SDN 08 bengkong selama 1 tahun, lalu dipindah lagi ke SDN 035 (sekarang SDN 06 bengkong,red) dan mengajar kelas 6 selama 12 tahun, baru akhirnya dipindah ke SDN 011 bengkong,"ulas Sri.

Menjadi PNS tahun 1989, ia berganti-ganti mengajar kelas 1, 4, dan 2 di SDN 011 bengkong. " kalau sekarang saya tinggal bengkong indah II, saya hanya menunggu waktu tahun depan pensiun. 6 bulan sebelum pensiun saya sudah harus lapor ke dinas untuk persiapan,"ujar Sri.

Selain sri, guru yang terlama di SDN 011 Bengkong antara lain  bu mactaryami (2007), bu andriyati (2007), pak zakaria syarif (2007), bu sugiarti (2008).

Dikonfirmasi kepada Zakaria Syarif, SPd, guru bidang studi olahraga kelahiran 8 maret 1986 tersebut menyebutkan ia mengajar kelas 1 dan 6 untuk khusus olahraga. Untuk pengajaran olahraga, ia mengatakan di kelas 6 ia mengajar cabang sepakbola, tenis meja, senam ketangkasan, budaya hidup sehat, baik teori maupun praktek. "Tahun 2004 saya mulai mengabdi di SDN 02 tembesi waktu itu masih berstatus honorer pemko, lalu tahun 2007 langsung dipindah ke SDN 011 bengkong, saya menjadi PNS tahun 2008. Saya tinggal di perum PKJ bengkong. Untuk rolling, sesuai sumpah, saya siap ditempatkan dimana saja, saya percaya disdik lebih bijak kemana bila hendak menempatkan saya bila saya dirolling, bila di sekitar bengkong (dekat tempat tinggal), saya siap,"ujarnya.(dian)



Kamis, 01 September 2016

Pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi akademis SDN 09 Sagulung



SAGULUNG (SP) - Program pemerintah berupa beasiswa untuk mendukung siswa berprestasi yang tidak mampu sudah mulai direalisasi lagi. Kamis (1/9), 5 orang siswa SDN 09 Sagulung menerima dana beasiswa tersebut secara langsung dari pemerintah yang dicairkan oleh disdik melalui Bank Syariah Mandiri.

Kepsek SDN 09 Sagulung Rusli M. Nur mengatakan beasiswa tersebut diberikan oleh pemerintah bagi siswa berprestasi secara akademis untuk periode januari hingga desember 2016. "Beasiswa tersebut diambil dari setiap tingkatannya dari mulai kelas 1 sampai dengan kelas 5. Masing-masing dapat bantuan sebesar Rp. 60 ribu/bulan selama 6 bulan. Jadi 1 siswa mendapat Rp. 360 ribu. Yang memperoleh beasiswa ini ada 5 siswa jadi total beasiswa yang diterima sekolah untuk siswa tersebut sebesar Rp. 1.8 juta dan diserahkan langsung ke orangtua siswa,"ungkap Rusli kepada suarapendidikan.

Lanjutnya, 5 siswa tersebut saat ini sudah duduk dikelas 2-6. "5 siswa tersebut antara lain Siti Mutma'inah Rahman, Fika Kurnia Putri, Bulani Nurjannah, Vera Agata Silitonga, dan Maria Tri Oktaviani. Dan penyerahan dana saya serahkan pagi tadi, dana berasal dari disdik yang ditransfer melalui Bank Syariah Mandiri awal bulan agustus kemarin dan nanti sekolah melaporkan ke disdik dengan melampirkan SK penetapan penerima, ampra penyerahan yang ditandatangani oleh orang tua murid penerima beasiswa, dan foto penyerahan kepada orang tua, dan nanti kita berikan laporan secepatnya ke disdik mengenai hal ini karena disdik juga perlu melaporkannya ke pihak pemko batam, "ulas Rusli.

Rusli mengharapkan dengan beasiswa ini, siswanya bisa termotivasi untuk makin giat belajar. " Dengan diberikan bantuan beasiswa ini diharapkan memberikan motivasi bagi siswa agar dapat mempertahankan dan lebih meningkatkan cara belajar sehingga tetap menjadi yang terbaik tiap tingkatan masing-masing," harapnya.(dian)

Rolling guru dan kepsek, berharap dekat dengan tempat tinggal


BENGKONG (SP) - P. Sri kadariyati, SPd, sosok guru PNS kelahiran 18 juni 1960 ini sudah mengabdi di SDN 05 Bengkong sejak oktober 1999. Dengan berbekal SK perbantuan dari yang semula mengajar di TK dan SD Kartini, ia ditempatkan oleh pihak otorita batam dan mengajar di SDN 05 Bengkong hingga sekarang.
"Saya PNS otorita tahun 1980, dan menjadi PNS murni tahun 1985. Saya sudah mengabdi selama 36 tahun, sebelumnya saya pernah mengajar di TK dan SD kartini dari tahun 1980 hingga 1999 lalu dapat SK diperbantukan ke SDN 05 bengkong. Saya berganti-ganti dari menjadi guru kelas 1-3, mengajar matematika, bahasa indonesia, PKN, dan SBDB,"ungkap Sri kepada suarapendidikan kamis (1/9).
Dikatakannya sejak bulan Nopember 2015 hingga sekarang dia belum mendapatkan uang insentif dari pemko. "Kalau  gaji dari otorita lancar, sertifikasi dari pusat walaupun lambat tapi dapat. Kalau uang insentif dari pemko dari bulan nopember 2015 sampai sekarang belum dapat. Dulu saya tinggal di perumahan dinas SDN 05 bengkong kurang lebih 10 tahun, sekarang tinggal di perum bida asri II (rumah koperasi otorita). Kalau insentif itu cair, lumayan untuk biaya operasional saya pulang pergi mengajar bida asri-bengkong, saya pulang pergi naik angkutan umum,"papar Sri.
Menghadapi rolling guru, Sri mengaku tak keberatan. "Saya setuju saja dengan adanya rolling guru sebagai penyegaran suasana, peningkatan mutu dan semangat kerja, namun kalau saya pribadi, kalau bisa tak perlu mutasi lagi karena sambil menunggu waktu pensiun 4 tahun lagi, saya juga merasa nyaman di SDN 05 Bengkong ini, Kalaupun tetap dimutasi, saya siap, saya menunggu SK pelimpahan dari otorita ke disdik mengenai status tugas saya,"kata Sri.
Kepsek SDN 05 Bengkong, Muhtar, SPd mengatakan ada 2 guru yang terlama disekolahnya, yaitu Bu Sri Kadariyati dan Bu cikrak. "Keduanya sudah hendak pensiun, jumlah guru disini total 18 orang, itupun masih kurang 3 guru lagi untuk guru kelas, kondisi sekarang guru bidang studi dijadikan guru kelas untuk menutupi kekurangan yang basicnya pendidikan untuk 12 rombel, jadi harapan saya untuk rolling guru, rolling sekaligus minta penambahan guru sesuai dengan jumlah rombel sekolah,"ujar Muhtar.
Sedangkan menyinggung rolling kepsek, Muhtar berkata pada dasarnya siap ditempatkan dimana saja. "namun diharapkan dekat dengan tempat tinggal karena selama bertugas sebagai guru dan kepsek selama 27 tahun jarak tempuh tempat tinggal dan tempat tugas sangat jauh, sehingga tidak maksimal dalam melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan sekolah,"tegasnya.(dian)

Ads Inside Post