Oleh KM. SAMBIK ELEN
Perjalanan DAPODIK selama 2 tahun ini begitu banyak perkembangan dari
kualitas data sampai dengan kualitas pengiriman sampai dengan 96%
Progres Nasional. Siapa yang berjasa. Pihak P2TK pun mengakui bahwa
pemerintah saat ini “mengemis” meminta datap dari sekolah dalam hal ini
Operator Sekolah.Untuk apa Mulai dari Sekolah, pemerintah mengetahui
dengan pasti berapa jumlah sekolah di negeri ini, berapa yang rusak
ringan, berapa yang rusak berat, berapa yang kekurangan ruangan kelas
tidak seperti sebelum dapodik yang dikirim secara manual banyak yang
fiktif sehingga pemerintah merasa di rugikan milyaran bahkan trilyunan
rupiah karena bantuan masuk kepada yang tidak berhak.
Sekolah mana saja yang berhak mendapatkan bantuan DAK, mana saja yang
berhak mendapatkan RKB dengan rasio jumlah siswa yang akurat, tepat dan
akuntable, mana saja yang berhak mendapatkan bantuan bangunan
Perpustakaan dan lain-lain. Sekarang Berapa milyar dan bahkan trilyunan
rupiah bisa diselamatkan. Siapa yang berjasa. Dari data PTK sebelum
dapodik pemerintah tidak yakin akan jumlah PTK yang ada di negeri ini,
bagaimana penyebarannya, berapa jumlah PNS, berapa Jumlah Non PNS,
apakah sekolah kekurangan guru ataupun malah kelebihan karena yang
pemerintah pusat terima adalah laporan secara manual dari dinas
provinsi, dinas kabupaten yang isinya tidak akurat setelah langsung di
validasi kelapangan. Pemerintah merasa kecolongan dan dibohongi.
Sekarang dengan Dapodik melalui Operator Sekolah Pemerintah
dengan pasti mengetahui bagaimana pemetaan PTK di sekolah-sekolah, mana
saja sekolah yang kekurangan guru, mana saja sekolah yang kelebihan
guru, berapa jumlah PNS, berapa Jumlah Non PNS, berapa jumlah yang
berhak menerima Tunjangan Profesi sesuai dengan 24 jam mengajarnya,
berapa jumlah yang berhak menerima Aneka Tunjangan untuk Non PNS yang
sebelum dapodik hanya usulan manual dan ternyata sampai kepada yang
tidak berhak. Sekarang Berapa milyar bahkan trilyunan rupiah bisa
diselamatkan. Siapa yang berjasa. Peserta Didik, sekarang dengan pasti
pemerintah bisa mengetahui berapa Dana BOS harus dikucurkan ke
sekolah-sekolah, berapa dana BSM harus dikeluarkan tidak seperti sebelum
dapodik yang pengajuannya dilakukan secara manual karena banyaknya
sekolah-sekolah yang membengkakkan datanya. Sekarang berapa milyar
bahkan trilyunan rupiah bisa diselamatkan. Siapa yang berjasa Operator
Sekolah ibarat Pejuang Kemerdekaan RI, yang berjuang jiwa dan raga
dengan hati ikhlas dan profesional, mengorbankan materi, meninggalkan
keluarga tanpa melihat resiko dan jasa apa yang akan mereka dapat tetapi
tujuan mereka adalah berjuang untuk kemerdekaan Republik Tercinta ini,
untuk seluruh Rakyat RI. Mereka adalah cikal bakal kemerdekaan tanpa
kenal lelah siang dan malam memperjuangkan Kebebasan dari penjajah.
Walaupun nantinya hanya ucapan terimakasih yang didapat, hanya sebuah
nama yang di kenang dalam buku sejarah dan batu nisan bahkan tanpa di
kenal sama sekali dan dianggap tidak ada.
Sekarang
pertanyaannya apa yang membuat semangat Operator Sekolah. Sebuah system
dari pemerintah melalui aplikasi-aplikasi terutama Dapodik memotong
jalur birokrasi Administrasi dari sekolah, UPT kecamatan, Dinas
Kabupaten, Dinas Provinsi dan Pusat. Kecurangan-kecurangan yang terjadi,
manipulasi data, pembengkakan jumlah Peserta Didik, pelaporan BSM yang
fiktif, laporan palsu dari penerima sertifikasi dan lain sebagainya di
kikis oleh Aplikasi yang namanya dapodik. Pelaporan dari Sekolah
langsung ke Dirjen Kemdiknas membuat gerah para pejabat yang nakal, yang
memanfaatkan pelaporan secara manual, tidak bisa lagi menahan ataupun
menyunat tunjangan-tunjangan yang langsung masuk ke rekening penerima,
dan mungkin yang terjadi sekarang hanya membuat “pengkondisian” dan juga
“belas kasihan” dari sang penerima tunjangan.
Nah
disinilah Peran seorang Operator Sekolah sangat penting dalam menginput
data dengan benar dan sesuai realita dengan tidak keluar dari
Aturan-aturan pemerintah sesuai tuntutan Aplikasi dan dibayangi dengan
UU ITE. Seorang Operator Sekolah harus menguasai alur dan struktur
pemograman, Aturan pembagian jam Pembelajaran sesuai KTSP ataupun KUR
2013, penguasaan mereka lebih hebat dari Wakil Kepala sekolah bagian
program kurikulum, mendata seluruh peserta didik dan PTK, lebih hebat
dan rinci dari bagian sensus kependudukan dan kepegawaian daerah,
bertanggung jawab mengenai pencairan dana BOS, tunjangan sertifikasi
PTK, bantuan RKB, DAK, dan sebagainya yang berkaitan dengan sekolah
lebih hebat dari pejabat-pejabat pembuat kebijakan, dan para dewan yang
terhormat yang membuat persetujuan. APLIKASI YANG LUAR BIASA HEBAT dan
OPERATOR YANG LUAR BIASA HEBAT DAN HANDAL.
Lalu untuk
siapa sebenarnya OPS berjuang. Untuk Sekolah, Untuk Siswa, Untuk PTK
lantas apa yang Operator Sekolah terima. Tekanan dari sekolah, dari PTK
yang bersertifikasi, dari PTK Non PNS yang merasa berhak menerima Aneka
Tunjangan. Sementara Operator Sekolahnya pun tidak ada perhatian sama
sekali dari pemerintah, hanya melempar ke sekolah dengan sedikit
mencatumkan di JUKNIS BOS 2014 itu juga kalau dijalankan oleh Sekolah.
buktinya banyak keluhan dari Operator Sekolah yang memakai laptop
sendiri, modem dan pulsa sendiri dengan honor sekolah yang disamakan
dengan honor penjaga sekolah bahkan mungkin di bawahnya dan pantas saja
dari sekolah dan PTKnya tidak menghargai pekerjaan Operator Sekolah
karena Pemerintahpun tidak menghargai kerja kerasnya Operator. Ada yang
bilang “kalau tidak sanggup jangan jadi operator sekolah”, Bukan
mengenai mau atau tidaknya menjadi Operator Sekolah bukan mengenai
sanggup tidaknya menjadi operator sekolah karena itu berkaitan dengan
individu masing-masing, tetapi esensi dari tugas Operator Sekolah
sendiri, Penghargaan Untuk Operator Sekolah sendiri. Melalui Aneka
Tunjangan yang tadinya diharapkan para Operator Sekolah sekarang sudah
tinggal cerita, ini bukti Operator Sekolah di abaikan oleh Pemerintah,
Kami hanya minta Operator Sekolah diperhatikan oleh
pemerintah tidak lebih. Kami hanya minta Operator Sekolah dihargai oleh
pemerintah tidak lebih. Salahkah Operator Sekolah minta untuk di
prioritaskan mendapatkan tunjangan tersebut,, karena Operator Sekolah
sudah menyelamatkan Uang Negara milyaran bahkan trilyunan rupiah. Semoga
pemerintah bisa lebih memperhatikan operator
(Asep Sulle Morana) - 01